Hidup adalah Harapan

Ada orang yang hidup untuk masa lalunya. Ada orang yang melewatkan tiap hembus nafasnya hanya untuk hari ini. Namun dari semua itu, orang yang paling hidup adalah dia yang hidup untuk masa depannya.

Tak ada yang tahu mau kemana hidup kita akan berujung. Dia adalah perjalanan dengan titik finish yang tak seorangpun dapat menerka. Dalam perjalanannya ada kalanya kita harus berjalan, berlari, atau sesekali memelankan langkah beristirahat. Namun ada satu yang pasti bahwa kita harus tetap. Meski tak selalu cepat, tapi selalu bergerak menandakan kita masih punya harapan.

Jika tiap tarikan dan hembusan nafas ini adalah ikhtiar. Jika tiap karya dari kedua tangan ini adalah bentuk rasa syukur. Maka tiap kata dan ucap yang keluar dari lisan adalah do’a. Tak ada kalimat yang paling puitis dan menghidupkan selain do’a. Karena di dalam do’a ada harapan dan keinginan yang disampaikan kepada Sang Pencipta.

Mungkin usia kita akan bertambah. Bersamaan dengan itu, jatah umur kita pun berkurang. Tapi tak ada kegembiraan paling membahagiakan selain tahu bahwa tiap harmoni yang kita rangkai memiliki makna pula untuk orang lain. Menjadi alunan yang beresonansi seiring dengan melody jiwa-jiwa yang penuh harap.

Dapat jadi suatu hari nanti seseorang akan mencapai puncak dengan segenap keinginan yang terwujud. Semua itu tak lain adalah hasil dari kerja keras atas cita-cita yang digantungkan pada bintang gemintang. Namun tak boleh kita melupakan ibu bumi dan kesetiaan pada Tuhan yang telah memudahkan kita menapaki tiap anak tangga keberhasilan.

Ribuan puisi mungkin dapat ditulis, jutaan lagu tak mustahil dapat tercipta. Tapi hanya satu do’a yang didengar Allah yang dapat mewujudkan semua cita. Selamat berulang tahun hari ini, semoga dimudahkan mencapai cita-citanya, dan selalu jadi lebih dekat dengan Allah SWT.(DPM)